Cerita

KANAYA: Here, Stands Before the Sun

oleh Arvy Perdana · 19 April 2026 pukul 22.16

Kanaya adalah orang yang paling mudah disukai di SMA Harapan. Semua orang tahu namanya, semua orang senang bersamanya. Kamu hanya tidak mengerti — kenapa, di balik semua itu, ia selalu tampak sendirian.

[STORY PROGRESSION]

Cerita akan dibagi menjadi beberapa kisah berbeda, dengan karakter yang saling terhubung, Kisah dibuat dalam bentuk draft awal sebagai perkenalan latar tempat. Saat ini kita akan berfokus pada karakter awal, yang akan membawamu kedalam kisah Kota [K] yang megah dan menyilaukan.

[THE WORLD - K CITY]

Kota [K] adalah kota yang berkilau, penuh rasa makmur, aman dan tenteram. kota ini dibangun diatas kemewahan, semua bangunannya modern, menjulang tinggi. Gedung-gedung pencakar langitnya membumbung tinggi, membelah gumpalan awan seolah sedang mencoba menyentuh surga, membuat segala sesuatu yang berada di bawahnya terlihat kecil dan tidak berarti. Di trotoar kota ini, pemandangannya tak ubahnya barisan etalase hidup yang mengadopsi keseharian dari ibu kota mode dunia. Pria-pria berlalu lalang dalam balutan busana smart casual bergaya Milan—kemeja linen yang jatuh sempurna di badan, dipadukan dengan celana kain berpotongan presisi dan sepatu Oxford kulit yang dipoles cemerlang. Sementara itu, para wanitanya berjalan dengan keanggunan khas jalanan Paris; mengenakan blus sutra, gaun siang yang menjuntai elegan, atau jaket tweed berpotongan pas badan yang dipadukan dengan langkah hak tinggi yang berirama konstan.

Di kota ini, saat matahari menyapa, tidak ada ruang untuk keraguan. Setiap individu bergerak seolah sudah memiliki naskah yang harus dipatuhi: bekerja, belajar, dan berproduksi.  Di bawah terik siang, kau tidak akan menemukan satu pun punggung yang membungkuk karena beban kemiskinan; jalanan hanya milik mereka yang berlalu lalang dengan tujuan yang jelas. Saat matahari berganti bulan, lampu jalan yang temaram akan bersinar terang menerangi seisi kota, seolah tidak ada kata “tertidur” di kota ini. Diskusi intelektual dan pesta-pesta formal terus berdenyut, seolah-olah kegelapan adalah musuh yang harus diusir dengan cahaya abadi.

Di kota ini, kemiskinan telah mencapai 0%, walikota [X] pada tahun 2016 berhasil merevolusi tatanan sistem kota yang bobrok. Kota [K] yang dulunya hanyalah kota yang berisi kriminalitas, orang miskin, dan kegelapan, menjadi terang benderang sejak walikota [X] menjabat. Tidak main-main, di periode pertamanya, ia menghapus segala peraturan yang menyengsarakan rakyat, “membersihkan” dan memecat pejabat yang terbukti korup, dan mendengarkan aspirasi rakyat. Hanya dalam waktu 10 tahun atau 2 periode jabatan, walikota [X] berhasil membawa Kota [K] bangkit dari kegelapan dan menuju kilauan cahaya.

Semua rakyat senang, tapi tentu ada yang tidak. Walikota [X] tidak mempermasalahkannya, karena baginya aspirasi setiap rakyat perlu didengar. Bahkan, ketika masa jabatannya usai dan digantikan oleh walikota selanjutnya, Walikota [X] tetap membantu jalannya pemerintahan kota dari belakang layar hingga tepat ketika Kota [K] mencapai masa kejayaannya di 2030. Walikota [X] memutuskan untuk pensiun, namanya tidak pernah terdengar lagi sejak saat itu.

Kini, di tahun 2052, tepat 22 tahun setelah pensiunnya [X], Kota [K] masih terlihat sama. Masih sempurna. Masih menyilaukan seperti yang diimpikan kebanyakan orang. Namun, jika kau berhenti sejenak dan menempelkan telingamu pada dinding-dinding kaca yang megah itu, kau akan mendengar sesuatu yang berbeda. Ada suara retakan halus yang merayap di balik beton-beton terekspos. Warganya, yang selama puluhan tahun dibuai oleh kenyamanan, mulai kehilangan sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan harta.

Di balik senyum ramah warganya yang selalu terjaga, ada rasa cemas yang tak terkatakan. Dinding kesempurnaan yang seharusnya utuh dan abadi itu kini mulai bergetar. Sesuatu yang lama terkubur di bawah aspal mulus kota ini perlahan-lahan mulai mencari jalan untuk kembali ke permukaan. Kesempurnaan itu ternyata memiliki harga, dan jam pasir untuk melunasinya baru saja dibalik.

GALLERY

Kota [K] (Present):

Geografi Kota K — Kota Pelabuhan Yang Indah

Kota K dibangun dengan pengaruh arsitektur Jerman, Swiss, dan Singapura — campuran antara efisiensi Eropa dan ketertiban Asia yang menghasilkan kota yang terasa terlalu sempurna bagi mata yang tahu ke mana harus melihat.

Sungai sepanjang 25 km membelah kota menjadi dua sisi. Ini bukan kebetulan geografis — ini alat pemisah yang dimanfaatkan oleh perencana kota era X untuk menciptakan zonasi yang tidak perlu diumumkan secara resmi karena sungai melakukannya secara alami.


Tidak ada jalur langsung dari Distrik Hiburan ke Area Rehabilitasi. Kamu harus melewati area bisnis dan pemukiman timur untuk sampai ke sana. Area rehabilitasi sendiri digunakan untuk membimbing orang orang yang kurang beruntung, agar dapat lebih produktif untuk kota, dan dapat hidup lebih layak

Singapore

Hamburg, Germany

Heidelberg, Germany

Zurich, Swiss

/5

Masuk untuk memberi nilai.

Komentar

Daftar datar (tanpa thread). Balas dengan menyebut @username di teks.

  • Izu | イズ

    @izu

    Halo @gatekeepers , salam kenal . Aku juga salah satu kreator di sini. yoroshiku~ Aku sangat salut dengan world buildingnya. U nail it when it comes to world building. Sistematis dan rapi. Nantinya, kamu bisa lebih merapikan lagi ceritanya ya. Like "wali kota yang tetiba pensiun ke luar negeri" this is a bit non-sense menurutku. Dan ada beberapa part lagi yang logikanya perlu dipoles lebih mangstap lagi. U can use GenAI to review the story, lalu coba proofread lagi agar lebih sesuai dengan maumu (jalan ceritanya) Semangats Semangaaats

  • Arvy Perdana

    @gatekeepers

    @izu terima kasih atas masukannya. Untuk non sense, terima kasih karena sudah mencernanya, dan memang saya akui, saya sengaja membuatnya non sense. Karena warga kota juga merasakan hal yang sama dengan kamu, Izu. Untuk GenAI, benar saya juga memakai bantuan GenAI untuk proofread

  • Izu | イズ

    @izu

    Ah I see, jadi ini adalah rangkaian yg blm selesai, wkw okay, looking forward for the next chapters, semangats!

  • Arvy Perdana

    @gatekeepers

    Terima kasih 🙏

Masuk sebagai kreator yang disetujui untuk berkomentar.