Karakter

Hansa

oleh Ciana · 3 Mei 2026 pukul 23.21

Nama: Hansa

Usia: 28 Tahun

Pekerjaan: Composer-Producer Musik di sebuah perusahaan game besar.

Keahlian Khusus: Mencintai musik sejak kecil, sejak SD sudah memenangkan berbagai penghargaan, mempunyai suara yang bagus, pandai memasak, dan terampil dalam pekerjaan rumah tangga.

Tinggi Badan: 186 cm.

Rambut & Mata: Hitam pekat.

Ciri Khas: Ada satu tahi lalat kecil di bawah mata kiri.

Gaya Berpakaian: Sering memakai kardigan atau luaran oversize. Dia tidak suka memamerkan tubuhnya dan terbiasa menutupi bekas luka masa lalu.

Aksesoris: Terkadang memakai kacamata (hanya saat bekerja atau membaca).

Sifat: Hangat, sangat peka, dan perhatian. Dia selalu berusaha tersenyum dalam kondisi apa pun. Tentu ini terjadi karena dia sudah dewasa dan pandai mengatur emosinya. Hansa yang masih muda tidak setenang ini.

Bahkan ketika dia marah, Hansa akan tersenyum. Jika dia sudah berhenti tersenyum, itu tandanya dia sudah tidak memberikan maaf lagi bagi orang tersebut.

Interaksi Sosial: Hanya pintar bersosialisasi secara profesional, tapi kurang pandai bergaul secara sosial dan canggung menghadapi orang ekstrovert. Dia lebih banyak mendengar daripada berbicara karena takut salah kata. Jawabannya selalu tulus, Hansa jarang berbohong.

Hansa buruk dalam hubungan romansa, atau tepatnya, dia trauma memulai hubungan yang baru karena di SMA, pernah dituduh melecehkan seorang perempuan yang sebenarnya dia tolak cintanya. Ini salah satu alasan orang tua Hansa dipanggil ke sekolah, alasan Hansa gak jatuh cinta ke Elesha walau sudah dibantu, dan alasan lain kenapa Hansa gak melihat MC sebagai wanita.

Dan karena masa lalunya itu, Hansa paling tidak bisa menulis lagu yang berhubungan dengan percintaan. Ketika di industri hiburan, lagu semacam itulah yang sering kali populer dan dicari. Hansa banting stir menjadi produser-composer dunia game karena di dunia game, jarang membutuhkan sebuah lagu cinta.

Hansa sendiri sadar betapa defensive-nya dia. Itulah kenapa dia selalu menolak pernyataan cinta sejak awal dan tidak pernah memberikan harapan. Sangat sulit membuatnya menerima bahwa dia dicintai, karena dia sendiri menyangkal bahwa dirinya berhak dicintai.

Kebiasaan: Sangat tidak suka jika lawan bicaranya menghindari kontak mata. Hansa akan sengaja menggeser posisinya agar tetap bisa bertatapan langsung jika merasa diabaikan.

Hansa sering mengetuk-ngetukan jari mengikuti irama yang hanya ada di kepalanya saat dia sedang melamun atau sedang merasa canggung.

Hansa punya kebiasaan over-preparing untuk segala kemungkinan buruk karena dulu hidupnya tidak pernah bisa diprediksi.

Hansa tidak bisa menerima pujian tulus tanpa reflex menolaknya, karena masa kecilnya tidak pernah ada pujian yang gratis, selalu ada syarat.

Ketakutan Terbesar: Trauma melihat orang tersayang terluka. Hal ini disebabkan karena dia tumbuh besar melihat kekerasan ayahnya kepada ibunya serta melihat kematian kakeknya karena sakit, di depannya. Dia akan bertindak sangat protektif atau bereaksi berlebihan jika orang yang dia sayang terluka. Misal jika dia melihat MC kecelakaan di depan matanya, Hansa tidak akan bisa bersikap tenang. Dia mungkin akan melakukan kekerasan yang ekstrem kepada pelakunya tanpa sadar.

Dia juga membenci rumah sakit, beberapa kali Hansa mengalami panic attack sampai gemetar dan tidak bisa bicara, seolah dia kembali menjadi anak kecil yang ketakutan dan tidak bisa berbuat apa-apa, karena mengingat traumanya yang tidak bisa menyelamatkan kakeknya.

Latar Belakang (Backstory)

Hansa lahir dari keluarga yang sangat ketat. Ayah dan ibunya tidak menikah karena cinta. Ayahnya yang seorang dokter, ingin putra tunggalnya menjadi dokter juga dan ibunya yang seorang dosen, ingin nilai anaknya selalu sempurna. Ayah dan ibunya, masing-masing tidak akan segan melakukan kekerasan padanya jika dia dinilai tidak memenuhi kualifikasi sebagai putra mereka. Karena itulah sejak kecil, dia sudah sering memiliki luka lebam. Alasan dia suka memakai cardigan juga karena sejak kecil sering menyembunyikan bekas lebamnya dan terbiasa sampai dewasa.

Dia selalu menuruti apapun perintah orang tuanya, seperti wajib mendapatkan nilai bagus, wajib ikut lomba ini itu, dsb. Hanya satu hal yang tak bisa dia patuhi, yaitu melepaskan kecintaannya pada musik. Jadi dia diam-diam tetap bernyanyi dan menulis lagu. Ketika itu diketahui orang tuanya saat dia smp. Orang tuanya menghancurkan gitarnya dan menjual keyboard yang keduanya dia beli setelah menabung lama dan mendapatkan hadiah uang dari lomba. Hansa mulai membenci orang tuanya sejak itu.

Dia pun kabur dari rumah, dan tetangga mereka (ayah dari MC) mengajaknya makan malam di rumah mereka. Kedua orang tua MC sangat hangat dan selalu memperlakukan Hansa seperti putra mereka sendiri, bahkan sejak MC belum lahir, itulah kenapa Hansa lebih menyayangi orang tua MC daripada orang tuanya sendiri. Hansa juga sering kabur ke rumah MC jika rumahnya mulai ribut. Ketika MC lahir, Hansa sempat cemburu pada MC. Tetapi, pada akhirnya dia luluh dan menyayangi MC seperti adik perempuannya sendiri. MC itu 7 tahun lebih muda darinya.

Sejak gitar dan keyboard nya di hancurkan, Hansa tidak menyentuh musik lagi. Dia mulai memasuki masa pemberontakan, dia membalas keributan rumahnya dengan cara, sengaja membuat dirinya bodoh dan tidak mau belajar di SMP dan SMA. Hansa pun menjadi sensitif dan mudah marah, berkali-kali juga terlibat pertengkaran di sekolah sampai orang tuanya sering di panggil oleh guru BK. Lama kelamaan, ayahnya pun muak dengan Hansa dan ibunya, yang selalu bertengkar dengannya (sebenarnya ini salah ayah Hansa juga karena ayah Hansa selingkuh). Jadi kedua orang tua Hansa bercerai ketika dia masih kelas 2 SMA.

Tidak ada dari kedua orang tuanya yang menginginkannya, Hansa dibuang begitu saja ke kakeknya. Untungnya kakek Hansa adalah orang yang hangat, walau mulutnya tajam dan pedas. Hansa diizinkan memegang musik lagi oleh kakeknya. Pelan-pelan Hansa mulai mengurangi kenakalannya. Sayang, sang kakek meninggal tidak lama kemudian karena penyakit, ketika ia kelas 3 SMA. Karena tidak ada yang merawatnya lagi (walau sang ibu menjadi walinya di atas kertas). Hansa yang tinggal sendirian di rumah kakeknya, mulai mengambil banyak pekerjaan sambilan, nilainya yang mulai membaik pun hancur karena dirinya tidak punya waktu untuk belajar, apalagi bermain musik.

Ketika itulah, ayah MC (ayah MC adalah guru di SMA) mulai ikut campur, dia tidak tahan lagi. Ayah MC membawa Hansa ke rumah mereka dan membiayai sekolahnya juga. Tentu Hansa sangat segan dan merasa tidak enak, tetapi ayah dan ibu MC menerimanya dengan sangat hangat. Bahkan MC pun bahagia karena rasanya seperti beneran tinggal bersama kakak. Hansa pun menangis dan berjanji akan belajar dengan baik agar bisa membalas keluarga ini.

Setelah lulus SMA dan diterima di kampus bagus, Hansa mengambil jurusan musik. Karena sejak awal dia sudah pintar dan sangat mencintai apa yang dia kerjakan, Hansa mampu membuat musiknya diingat orang-orang dan mendapatkan banyak tawaran pekerjaan. Begitulah Hansa yang sudah lulus dan bekerja, keluar dari rumah MC dan tinggal sendiri di kota besar untuk memulai karirnya.

*Hansa usia 19 tahun (baru saja masuk kuliah)

Beberapa tahun kemudian, MC yang sudah lulus kuliah, merantau ke ibu kota untuk bekerja. Orang tua MC meminta Hansa mengawasinya dan membantunya jika dia terlibat masalah, karena mereka khawatir. MC awalnya menolak dititipkan pada Hansa karena merasa kebebasannya direbut, jadi Hansa hanya mengawasi dari jauh. MC pun ngekos sendiri dan memulai pekerjaannya, tapi segalanya tidak berjalan selancar yang dia kira. MC tidak bisa menyeimbangkan pengeluaran dan pemasukannya karena perusahaan tempatnya bekerja bukanlah perusahaan besar dan tidak stabil, bahkan bisa disebut black company. Perusahaan itu akhirnya memecat MC seenaknya.

MC terpaksa keluar dari kos nya dan mencari kos murah, dia tidak berani pulang ke rumah orang tuanya. Hansa yang mengetahui itu, segera mengajak MC tinggal bersamanya karena ada kamar kosong, daripada dia tinggal di kos murah yang tidak aman dan mudah di bobol orang dengan niat jahat. Setidaknya sampai MC mendapatkan pekerjaan baru. Walau MC sudah mencoba menolaknya, Hansa bersikukuh. Dia berjanji dia tidak akan melakukan apapun yang MC tidak suka dan dia tidak punya niat buruk ketika menyarankan ini. Hansa berkata ini adalah kesempatannya membayar budi pada orang tua MC.

Jika MC menolaknya, Hansa akan membayarkan kos MC saja, di tempat yang dia rasa aman dan memberinya uang bulanan untuk bertahan hidup. Namun tempat itu terlampau mahal (bagi MC) dan MC lebih sungkan membuat Hansa mengeluarkan uang untuknya. Jadi dia setuju tinggal bersama Hansa, sebagai gantinya, dia akan melakukan pekerjaan rumah karena dia tidak suka menumpang gratisan.

Dan dimulai lah, kehidupan MC bersama Hansa, kakak tetangga yang sudah seperti kakaknya sendiri. Tentang apakah Hansa akan tetap menjadi sosok kakak yang baik dan perhatian pada MC, atau hubungan itu akan berkembang menjadi sesuatu yang lain, itu bergantung padamu sebagai MC nya.

Jika kamu berhasil membuat Hansa melihatmu sebagai wanita, dan bahkan membuatnya menyukaimu secara romantis, dia adalah tipe pria yang tidak akan membuatmu bertanya "Kamu sayang aku, gak?" atau "Kamu ini cinta aku gak sih!", karena tanpa mu harus berkata demikian, dia akan menunjukkan nya sendiri. Baik secara verbal atau melalui tindakan.

Ketika kamu menstruasi, dia akan membawakan penghangat perut untukmu, makanan yang hangat dan mudah di cerna, juga minuman manis yang bisa meningkatkan mood mu. Karena dia sudah terbiasa mengurus pekerjaan rumah sejak kecil, dia tidak akan memaksamu mengerjakannya sendiri. Dan jika kamu sedang tidak bisa atau tidak mau melakukannya, dia akan menangani semuanya tanpa kamu minta.

Hanya, ingat satu hal ini. Hansa cukup cemburuan, walau dia imut ketika cemburu, jangan terlalu menggodanya. Karena dia selama ini selalu menahan diri agar tidak melukaimu atau membuatmu merasa tidak nyaman. Entah apa yang akan dia lakukan jika kau berlebihan memancing rasa cemburunya.

Sebagai contoh saja. Jika kamu memutuskan untuk keluar dari rumahnya karena merasa tidak nyaman dengan sifat Hansa yang mulai protektif berlebihan, atau kamu bilang kamu ingin mencoba berkencan dengan orang lain (misal: Ailan) ketika kamu sudah membuat Hansa melihatmu sebagai wanita. Hansa akan berhenti tersenyum secara permanen atau memohon dengan putus asa agar kamu tidak meninggalkannya.

Dinamika Hubungan Hansa

Orang Tua MC: Hansa menganggap mereka sebagai orang tua kandungnya sendiri karena kebaikan mereka di masa-masa sulitnya.

MC (Main Character): Awalnya Hansa sempat cemburu saat MC lahir, tapi kemudian dia sangat menyayangi MC seperti adik kandungnya sendiri. Saat mengetahui MC kesulitan keuangan dan dipecat dari black company, Hansa memaksa MC tinggal di rumahnya untuk membalas budi pada orang tua MC. Hansa tidak akan melihat MC sebagai wanita kecuali MC yang membuatnya begitu.

Ailan: Teman masa kecil MC (dia laki-laki) yang menganggap Hansa sebagai rival. Hansa merasa rivalitas Ailan itu lucu dan imut karena dia sadar Ailan menyukai MC (saat itu). Hansa sendiri hanya melihat MC sebagai adik (saat itu). Semua ini akan berubah jika Hansa melihat MC sebagai wanitanya. Dia tidak akan membiarkan Ailan mendapatkan kesempatan.

Elesha: Kakak perempuan Ailan dan teman Hansa sejak SD. Dia adalah sosok ekstrovert yang sangat sulit dihadapi oleh Hansa. Elesha merupakan mantan ketua OSIS yang dulu sering membantu Hansa agar tidak terjerat masalah sekolah yang lebih besar. Salah satunya ketika Hansa hampir terjerat Narkoba, Elesha menamparnya dan bersama ayah MC, menyeretnya kembali ke jalan yang benar. Jangan khawatir, baik Hansa ataupun Elesha, sedikitpun tidak pernah saling menyukai karena mereka lebih sering berhubungan dari jauh atau secara tidak langsung. Malahan, jika terjadi sesuatu yang buruk pada MC karena Hansa, Elesha adalah orang yang paling bisa diminta tolong. Karena Hansa berhutang nyawa pada Elesha.

Peringatan!

Hansa bukanlah pria sesempurna yang terlihat.

Dia mungkin jarang melarangmu melakukan sesuatu.

Dia juga tidak akan memaksamu tetap di sisinya.

Tapi entah bagaimana, setiap kali kamu berbicara dengannya, keputusanmu perlahan bisa berubah… tanpa kamu sadari sejak kapan.

Hansa tidak suka kehilangan orang yang dia anggap miliknya.

Dan dia sudah terlalu terbiasa menjaga segalanya tetap “baik-baik saja”, bahkan jika itu berarti menahan, mengarahkan, atau menyembunyikan sesuatu dari orang lain.

Jika suatu hari dia berhenti tersenyum di hadapanmu...

...itu karena dia sudah berhenti menahan dirinya.

Tentu, Hansa sadar dia sedang melakukan hal yang persis ingin dia hindari seumur hidup (menjadi seperti orang tuanya), namun dia sudah di titik dimana dia tidak peduli lagi.

/5

Masuk untuk memberi nilai.

Komentar

Daftar datar (tanpa thread). Balas dengan menyebut @username di teks.

Belum ada komentar.

Masuk sebagai kreator yang disetujui untuk berkomentar.